MANAJEMEN ENTERTAINMENT DALAM BISNIS WEDDING ORGANIZER

2
3150

Istilah manajemen berasal dari kata management (Bahasa Inggris), berasal dari kata “to manage” yang artinya mengurus atau tata laksana. Sehingga manajemen dapat diartikan bagaimana cara mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi bawahannya agar usaha yang sedang dikerjakan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Banyak ahli yang memberikan definisi tentang manajemen, diantaranya:

  1. Harold Koontz & O’ Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan, “Manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain” (Dayat, n.d,p.6).
  2. George R. Terry dalam buku dengan judul “Principles of Management” memberikan definisi: “Manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya” (Dayat, n.d,p.6).

Prinsip manajemen adalah dasar-dasar atau pedoman kerja yang bersifat pokok yang tidak boleh diabaikan oleh setiap manajer/pimpinan. Dalam prakteknya harus diusahakan agar prinsip-prinsip manajemen ini hendaknya tidak kaku, melainkan harus luwes, yaitu bisa saja diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Prinsip-prinsip manajemen terdiri atas :

  1. Pembagian kerja yang berimbang. Dalam membagi-bagikan tugas dan jenisnya kepada semua kerabat kerja, seorang manajer hendaknya bersifat adil, yaitu harus bersikap sama baik dan memberikan beban kerja yang berimbang.
  1. Pemberian kewenangan dan rasa tanggung jawab yang tegas dan jelas. Setiap kerabat kerja atau karyawan hendaknya diberi wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan secara langsung.
  1. Disiplin. Disiplin adalah kesedian untuk melakukan usaha atau kegiatan nyata (bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya) berdasarkan rencana, peraturan dan waktu (waktu kerja) yang telah ditetapkan.
  1. Kesatuan perintah. Setiap karyawan atau kerabat kerja hendaknya hanya menerima satu jenis perintah dari seorang atasan langsung (mandor/kepala seksi/kepala bagian), bukan dari beberapa orang yang sama-sama merasa menjadi atasan para karyawan/kerabat kerja tersebut.
  1. Kesatuan arah. Kegiatan hendaknya mempunyai tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang atasan langsung serta didasarkan pada rencana kerja yang sama (satu tujuan, satu rencana, dan satu pimpinan).

Jika prinsip ini tidak dilaksanakan maka akan timbul perpecahan diantara para kerabat kerja/karyawan. Karena ada yang diberi tugas yang banyak dan ada pula yang sedikit, padahal mereka memiliki kemampuan yang sama.

Pada pengertian tersebut dikatakan bahwa manajemen adalah proses pencapaian tujuan melalui kerja orang lain. Dengan demikian berarti dalam manajemen terdapat minimal 4 (empat) ciri, yaitu:

  1. Ada tujuan yang hendak dicapai
  2. Ada pemimpin (atasan)
  3. Ada yang dipimpin (bawahan)
  4. Ada kerja sama.

Khusus menyangkut masalah pemimpin (atasan) harus memiliki berbagai kemampuan (skills). Kemampuan (skills) yang dimaksud terdiri dari:

  1. Managerial skills (entrepreneurial), yaitu kemampuan untuk mempergunakan kesempatan secara efektif serta kecakapan untuk memimpin usaha-usaha yang penting.
  2. Techological skills, yaitu keahlian khusus yang bersifat ekonomis teknis yang diperlukan pada pelaksanaan pekerjaan ekonomis.
  3. Organizational skills, yaitu kecerdasan untuk mengatur berbagai usaha (Dayat, n.d,pp.9-10).

Entertainment atau hiburan adalah segala sesuatu baik yang berbentuk kata-kata, tempat, benda, perilaku – yang dapat menjadi penghibur atau pelipur hati yang susah atau sedih. Pada umumnya hiburan dapat berupa musik, film, opera, drama, ataupun berupa permainan bahkan olahraga. Berwisata juga dapat dikatakan sebagai upaya hiburan dengan menjelajahi alam ataupun mempelajari budaya. Mengisi kegiatan di waktu senggang seperti membuat kerajinan, keterampilan, membaca juga dapat dikatagorikan sebagai hiburan.

Kegiatan membuat keterampilan atau acara dengan mengolah seni didalamnya untuk menghibur orang lain dengan menggunakan konsep yang sistematis dan pengelolaan yang direncanakan, diorganisirkan, diaplikasikan dan evaluasi disebut sebagai Manajemen Entertainment.

Dari pernyataan tersebut di atas, bagian dari manajemen entertainment adalah Event Organizer yang difokuskan ke dalam bidang jasa pernikahan sering disebut Wedding Organizer.

Event berasal dari bahasa Inggris yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mempunyai arti peristiwa atau kejadian. Sedangkan Organizer memiliki arti dalam bahasa Indonesia organisator. Organisator memiliki peran mengatur informasi, kegiatan, proyek dan obyek konkrit dengan cara yang kohesif dan efisien. Seorang organisator biasanya dikenal karena kemampuannya untuk menyusun secara sistematis, mengelompokkan dan mengatur apa yang ada di hadapannya dengan cara yang teratur dan logis.

Sehingga, Manajemen event adalah suatu kejadian-kejadian yang terjadi pada saat tertentu yang digunakan untuk mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi bawahannya agar usaha yang sedang dikerjakan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya pada suatu badan organisasi tertentu.

Untuk menyiapkan sebuah acara (event), dibutuhkan serangkaian tahapan. Mulai dari perencanaan, persiapan, pendanaan, sampai prosedur teknis kegiatan itu sendiri dari awal sampai akhir.

Sebelum menggelar sebuah acara, untuk tingkat kelurahan saja misalnya, pastinya akan dibentuk semacam panitia. Panitia ini adalah sebuah tim yang terdiri dari sekelompok orang dengan pembagian tugas masing-masing agar seluruh rangkaian acara atau kegiatan itu bisa terselenggara. Sukses tidaknya acara itu, tergantung penuh pada kesiapan, koordinasi dan kinerja panitia.

Kebutuhan sebuah pengorganisasian yang matang dalam mempersiapkan dan menggelar sebuah acara ini menjadi peluang dalam bisnis jasa. Bukanlah hal baru jika di banyak kota, khususnya kota besar, sudah muncul dan berkembang beberapa jasa “panitia” yang bisa mengorganisir berbagai macam acara dan kegiatan. Perusahaan yang menawarkan jasa seperti ini dikenal sebagai “Event Organizer”.

Dengan ini Event Organizer adalah jasa penyelenggara kegiatan, merupakan usaha yang dilakukan untuk mempermudah perwujudan ide atau rencana menggelar sebuah event. Event ini meliputi kegiatan-kegiatan seperti penyelenggaraan pameran, pameran konvensi, pagelaran musik, pesta, seminar, peluncuran produk, konferensi pers dan kegiatan lainnya, bisa disesuaikan dengan permintaan dari pengguna jasa event Organizer atau inisiatif event Organizer sendiri (Event Organizer, 2007).

Wedding Organizer

Wedding Organizer adalah suatu jasa khusus yang secara pribadi membantu calon pengantin dan keluarga dalam perencanaan dan supervisi pelaksanaan rangkaian acara pesta pernikahan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Setiap pengantin adalah unik dan berbeda, sehingga tidak semua pasangan pengantin memerlukan jasa Wedding Organizer. Berikut ini beberapa alasan kapan saat yang tepat membutuhkan bantuan jasa tersebut :

  1. Waktu yang sangat berharga. Calon pengantin atau keluarga sibuk terikat dengan aktivitas pekerjaan yang tinggi sehingga sulit menyisakan waktu yang cukup untuk menyiapkan sendiri segala perencanaan dan perlengkapan acara pesta pernikahan.
  1. Efisiensi waktu dan tenaga. Pada pesta pernikahan banyak hal yang harus diselesaikan, sehingga dibutuhkan waktu dan tenaga yang cukup untuk menyelesaikan. Salah satucara dengan memanfaatkan semua informasi mengenai pernikahan yang disediakan oleh seorangWedding Organizer, sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga.
  1. Penampilan yang sempurna. Pesta pernikahan akan menjadi kenangan seumur hidup. Kesiapan fisik dan mental yang sempurna adalah kunci dari segalanya. Kerjasama yang terpadu antara pasangan pengantin, keluarga dan sebuah tim yang profesional akan membantu mewujudkannya.

BISNIS WEDDING ORGANIZER

Bisnis Wedding Organizer adalah bisnis jasa yang memberikan pelayanan jasa pengorganisasian segala aktivitas yang berkaitan dengan kebutuhan dalam suatu pernikahan. Bisnis ini muncul karena adanya peluang dalam kehidupan modern yang menginginkan kecepatan, kemudahan, dan kepraktisan untuk mengatasi masalah time deficiency masyarakat perkotaan. Dengan semakin banyaknya bisnis yang menawarkan jasa pengorganisasian pernikahan, calon pengguna atau klien harus lebih selektif memilih wedding organizer yang handal dan dapat dipercaya. Agar bisnis ini lebih kompetitif serta dapat meraih dan memuaskan target pasar, pelaku bisnis wedding organizer perlu mengetahui program perencanaan yang tepat. Dalam kondisi pasar yang kompetitif, memuaskan apa yang diinginkan klien merupakan salah satu kunci sukses. Karena itu, dibutuhkan pembaharuan-pembaharuan terhadap strategi perencanaan yang telah diterapkan. Perencanaan apa saja yang dilakukan wedding organizer dalam menyiapkan acara pernikahan, dimana hal ini akan menjadi dasar penyusunan pelaksanaan acara pernikahan yang akan dijalankan, sekaligus melihat perkembangan wedding events dan wedding organizers sekarang ini.

Beberapa tahapan dalam wedding organization: (1) membuat suatu permulaan, (2) perencanaan acara, (3) penentuan lokasi acara, logistik dan suasana wedding events, (4) penutupan dan evaluasi acara. Berkaitan dengan pelaksanaan wedding events, perencanaan yang telah dilakukan dibuat sesederhana mungkin baik dalam pembagian kerja dan struktur organisasinya dimana dibuat sekian jelas sehingga suatu acara dapat berjalan dengan lancar walaupun terkadang kesalahan yang dilakukan. Kesalahan yang dilakukan merupakan sesuatu yang dapat terjadi tak terduga yang di luar perencanaan wedding organizer dan klien sehingga menjadi suatu pelajaran bagi wedding organizer agar dapat diminimalisasikan sebisa mungkin pada acara yang akan datang. Sementara itu, ketanggapan personel wedding organizer terhadap kebutuhan dan keinginan klien serta kesesuaian pelaksanaan pada hari-H dengan perencanaan merupakan atribut terpenting yang dinilai ketika klien menggunakan jasa wedding organizer. Perencanaan wedding events disusun dengan mempertimbangkan agar dapat terjadi komunikasi word of mouth melalui pelanggan sebagai sarana memasarkan produk jasa yang efektif, mengingat bisnis ini merupakan jenis bisnis yang datang melalui komunikasi dari mulut ke mulut. Komunikasi word of mouth sangat penting dalam mendukung proses pembelian jasa, karena secanggih apapun program perencanaan disusun, tanpa komunikasi word of mouth mengenai performansi, bisnis wedding organizer ini tidak akan eksis. Dengan usulan model tahap-tahap perencanaan wedding events, diharapkan dapat menjadi masukan bagi pelaku bisnis wedding organizer dalam menyusun program perencanaan acara yang lebih tepat sehingga akhirnya dapat meningkatkan kompetensi dari performansi dari bisnis tersebut.

Memberikan kepuasan dalam melayani konsumen adalah keharusan bagi suatu Wedding Organizer. Betapa pun besar atau kuatnya Wedding Organizer, pada akhirnya juga harus tunduk pada kehendak konsumen jika ingin tetap berkiprah di bidangnya.

ALEXANDIKA WEDDING ORGANIZER created by ANPIAN CV&WO Enterpise.

Hal ini yang mendorong industri jasa Wedding Organizer, terutama ALEXANDIKA Wedding Organizer untuk senantiasa menciptakan dan menjaga kualitas pelayanannya. Karena dengan pelayanan yang prima (service excellence), maka akan menciptakan pengalaman (customer experience) yang memuaskan dan menciptakan good lip services konsumennya. Quality Function deployment (QFD) adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk merencanakan produk atau jasa yang berorientasi pada keinginan dan harapan konsumen.

Segmentasi, Targetting, dan Positioning

Marketing merupakan salah satu bagian dari perusahan yang memiliki peran penting dalam menentukan kemajuan perusahaan tersebut. Berikut dijabarkan dalam STP perusahaan

  •   Segmentasi

Pilihan segmen utama ALEXANDIKA Wedding Organizer adalah masyarakat Priangan Timur; Ciamis, Tasikmalaya, Banjar, Pangandaran, Garut dan luar kota dengan semua jenis kelamin baik pria maupun wanita dengan interval usia 20-35 tahun.

  •   Targeting

Selective specialization merupakan target ALEXANDIKA Wedding Organizer, dimana bidikan segmennya lebih dari satu segmen. Sehingga jika segmen yang satu tidak produktif maka ALEXANDIKA Wedding Organizer masih bisa mendapatkan pendapatan dari segmen yang lainnya.

Adapun alasan memilih target selective specialization ini adalah ALEXANDIKA Wedding Organizer dapat melayani dari kalangan kelas menengah kebawah dan kelas sosial atas. Konsumen dapat memilih konsep acara yang mereka inginkan dan yang sesuai dengan kantong mereka/kemampuan mereka. Secara riil orang di kelas social menengah kebawahpun kerepotan jika mereka harus mengurusi segala sesuatu untuk membuat sebuah acara penikahan. Sehingga mereka dapat menggunakan jasa kami walaupun tidak untuk semua bidang misalnya hanya untuk rias pengantin dan konsumsinya saja, dsb.

  •   Positioning

ALEXANDIKA Wedding Organizer merupakan perencanaan pesta pernikahan anda menjadi lebih berarti  karena acara pernikahan merupakan acara yang sakral dalam hidup kita. selain untuk pernikahan, ALEXANDIKA Wedding Organizer menerima paket rias untuk wisuda, khitanan, dll.

ALEXANDIKA Wedding Organizer Jadikan Momen Bahagia Anda Penuh Kesan dan Lebih Cantik”

  • DEKORASI PELAMINAN
  • DEKORASI KAMAR PENGANTIN
  • TAMAN
  • UPACARA ADAT
  • PHOTO & VIDEO SHOOTING
  • CATERING
  • KUE PENGANTIN
  • BAKI LAMARAN
  • TENDA & KURSI
  • SOUND SYSTEM
  • HIBURAN
  • RIAS MOBIL PENGANTIN
  • SOUVENIR

Silakan menghubungi kami di BLOG ini atau sms: 085323237171

Sampel Rias dan dekorasi ALEXANDIKA Wedding Organizer open link http://andrihelmi.wordpress.com/2014/09/25/galeri-alexandika-wedding-organizer-by-anpian-cv-woenterprise/

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here